Sudah menjadi hal yang biasa bagi wanita untuk menghias wajahnya, atau yang biasa disebut dengan memakai makeup. Ada yang merasa bermakeup adalah suatu keharusan sebelum memulai aktifitas dalam sehari-hari. Namun banyak pula yang memakai makeup seperlunya, sesuai dengan kebutuhan saja. Saya termasuk di golongan kedua, kadang memakai makeup, sering juga tidak. Kalau sedang tidak ada kegiatan di luar rumah, biasanya saya lebih memilih tidak memakai makeup. Tapi apabila berencana untuk pergi ke suatu tempat, saya akan memakai makeup, itu pun menyesuaikan dengan jenis acaranya.
Berbagai macam jenis makeup tersedia di pasaran. Mulai dari yang berharga puluhan ribu, sampai dengan ratusan ribu rupiah. Dari yang katanya 100% pembuatannya memakai bahan-bahan alami sampai yang tidak jelas dibuat dari bahan apa. Dari yang mempunyai merk yang dikenal di seluruh dunia, sampai yang hanya dipasarkan di dalam negeri. Dari makeup yang sudah dipasarkan sejak puluhan tahun yang lalu, sampai makeup yang kekinian yang lagi nge-hitz.
Memakai makeup bagi saya bukan sesuatu hal yang sederhana atau gampang. Bahkan sangat sulit. Apalagi saya memang tidak terbiasa menggunakan makeup untuk kegiatan sehari-hari. Ketika saya tumbuh dewasa, yang saya ingat, memakai makeup itu hal yang merepotkan. Harus memakai alas bedak, harus pintar memilih warna lipstick, harus bisa melukis alis, harus memakai blushon dan masih banyak harus harus lainnya. Mungkin karena merasa terlalu banyak aturannya dalam bermakeup, akhirnya dari kecil sampai usia dewasa, kurang besar minat dan perhatian saya dalam hal bermakeup. Yang saya lakukan cuma memakai pelembab wajah dan memakai bedak bayi, karena tidak mau repot. Akhirnya, pengetahuan saya tentang dunia per-makeup-an memang sangat minim sekali.
Namun, waktu terus berubah, begitu pun manusia. Begitu pun saya. Di usia 30-an yang sudah tidak terlalu muda lagi, saya mulai berminat dengan yang namanya makeup. Hal itu terjadi karena kami sekeluarga pindah ke Jepang. Dan yang ternyata, di negara tersebut, bisa dikatakan hamper semua wanita memakai makeup. Mungkin 98% wanita Jepang memakai makeup dalam aktifitas sehari-harinya. Hanya 2% nya yang tidak bermakeup, itu pun mungkin sedang sakit, atau mungkin sedang kehabisan bedak. hehe. Semua wanita Jepang di segala usia, mulai remaja usia belasan, sampai yang lanjut usia pun, akan memakai makeup. Baik yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga, sampai pekerja kantoran, akan memakai makeup sebelum memulai aktifitas sehari-hari.
Namun, waktu terus berubah, begitu pun manusia. Begitu pun saya.
– doning retno pudjowati –
Sebagai warga pendatang, saya selalu mengamati kegiatan warga lokal. Baik itu warga Jepang yang saya kenal, maupun yang tidak. Dari pengamatan saya, wanita Jepang itu aktif, sehat, dan selalu terlihat cantik. Wajah mereka terlihat cerah dan dengan gerak bahasa tubuh yang selalu aktif, membuat mereka terlihat bersemangat dan percaya diri. Ternyata salah satu kuncinya, wanita Jepang tidak lupa untuk bermakeup sebelum memulai aktifitas hariannya. Kalau belum memakai makeup akan mengurangi kepercayaan diri, kata mereka.
Ketika tinggal di Jepang saya mulai tertarik untuk membeli beberapa peralatan makeup. Mulai berani mencoba-coba dan belajar untuk menggunakan makeup. Begitu banyak pilihan makeup yang tersedia, saking banyaknya merk dan dengan pengetahuan yang sangat minim, akhirnya ya pilihan saya hanya membeli makeup yang harganya terjangkau. Itupun membeli di supermarket yang paling dekat dengan tempat tinggal saya. Tidak mencari makeup dengan merk khusus atau di toko khusus yang menjual peralatan makeup.
Berbagai pengalaman selama proses belajar bermakeup, mulai dari pilihan warna alas bedak yang terlalu muda, bentuk alis yang aneh, sampai kemudian akhirnya mulai mengerti, warna alas bedak yang cocok dengan wajah saya, warna eyeliner yang saya sukai, dan sebagainya. Ada satu pengalaman, alas bedak yang saya miliki adalah yang saya beli di supermarket dengan harga yang murah, dan juga tanpa mengerti betul jenis kulit wajah saya. Selama memakainya, biasanya ada saja yang saya rasa kurang cocok. Terasa terlalu tebal, padahal sudah setipis mungkin saya memakainya. Tapi terasa kurang bisa menutupi beberapa bekas jerawat, jadinya serba salah. Kemudian suatu waktu, ada salah satu kenalan saya, seorang wanita Jepang, yang memberi hadiah alas bedak kepada saya. Alas bedak tersebut merupakan produk buatan Jepang yang harganya lumayan mahal. Dan ketika saya mencoba untuk memakainya, sungguh terasa benar perbedaannya dengan alas bedak saya yang lama. Warna alas bedak yang baru ini sungguh cocok dengan wajah saya, dan terasa ringan di wajah, tapi juga mampu menutupi dengan sangat baik bekas-bekas jerawat. Dari pengalaman saya, hingga saat ini ternyata saya lebih menyukai gaya bermakeup yang alami atau natural. Atau yang sekarang lebih sering disebut no makeup look.
Ada beberapa perlengkapan makeup yang bisa dikatakan menjadi hal yang wajib saya miliki, terutama untuk gaya alami atau natural, yaitu sebagai berikut:
Pelembab wajah
Melembabkan wajah sebelum memakai perlengkapan makeup yang lainnya merupakan hal yang utama. Karena, dengan kondisi kulit wajah yang cukup lembab, makeup akan lebih mudah untuk diaplikasikan pada wajah kita. selain itu, menggunakan pelembab wajah dengan kandungan SPF yang baik, dapat sekaligus membantu melindungi kulit wajah kita dari efek negatif paparan sinar matahari. Bagi saya, pelembab dengan SPF 30 sampai dengan SPF 50, akan menjadi pilihan yang baik.
Alas bedak
Bagi saya, pemakaian alas bedak yang baik akan sangat menentukan hasil akhir dari proses bermakeup. Sehingga, dalam memilih alas bedak pun, kita harus lebih hati-hati. Perlu diketahui dulu warna dan jenis kulit wajah kita, supaya kita juga bisa menentukan alas bedak. Bagi saya, warna alas bedak yang sedikit lebih gelap dari warna kulit kita, akan menghasilkan riasan yang alami. Jangan lupa, pilih yang sesuai dengan jenis kulit, apakah untuk kulit kering, berminyak, atau kombinasi. Saat ini sudah banyak dijual pelembab yang sekaligus bisa berfungsi sebagai alas bedak. Tapi biasanya hasilnya memang kurang bisa menutupi bekas jerawat karena teksturnya yang jauh lebih ringan. Penggunaan alas bedak memang tergantung dari kebutuhan. Bagi saya, kalau saya ingin makeup yang lebih tahan lama atau untuk menghadiri acara resmi, saya akan memakai alas bedak.
Bedak
Demikian juga dengan bedak wajah, hampir sama dengan alas bedak, kita sebaiknya memilih warna yang sesuai dengan warna kulit wajah. Supaya hasil riasan akan tampak alami pemakaian bedak secara tipis-tipis saja, atau bisa juga dengan menggunakan transclucent powder (bedak transparan).
Pensil Alis
Untuk bagian alis, ini akan sangat tergantung jenis alisnya. Bagi saya yang mempunyai alis cukup tebal, pemakaian pensil alis hanya untuk sedikit memberi sedikit warna supaya bentuk alis lebih bagus. Tapi juga banyak wanita yang membutuhkan pensil alis untuk membentuk alis sekaligus memberi warna karena alis yang dimiliki cukup tipis. Saya lebih menyukai pemakaian brow setter yang akan membantu untuk menjaga bentuk alis saya yang lebar dan tebal ini supaya lebih rapi dalam waktu yang lama dengan gaya yang alami.
Eyeshadow
Untuk kesan alami, bisa digunakan pilihan warna eyeshadow yang kecoklatan, dengan sedikit shimmering supaya mata nampak lebih cerah. Saya sangat menyukai warna-warna eyeshadow yang muda dengan sedikit glitter.
Eyeliner
Untuk mempertegas bentuk mata bisa pula digunakan eyeliner dengan warna yang alami. Misal warna coklat muda, abu-abu gelap, dan sebagainya. Eyeliner kesukaan saya biasanya yang berbentuk pensil dengan warna coklat.
Blush on
Pemakaian blush on dengan warna natural seperti peach, coklat muda dapat memberikan kesan segar alami. Cukup disapukan tipis di sekitar tulang pipi, bisa memberi kesan segar di wajah.
Mascara
Mascara juga dibutuhkan, supaya mata terlihat lebih cerah. Bisa dipilih mascara dengan ujung yang kecil, supaya hasilnya juga lebih alami. Ujung maskara yang pendek juga memudahkan kita untuk mengatur hasil ketebalan maskara yang kita inginkan.
Semakin lama sampai kemudian pulang kembali ke tanah air, akhirnya saya juga semakin tertarik dalam belajar bermakeup. Karena menurut saya, kemampuan bermakeup merupakan salah satu ketrampilan yang sebaiknya juga dimiliki wanita, meskipun tidak setiap saat kita akan memakai makeup. Dengan terampil bermakeup banyak hal positif yang bisa diperoleh. Kita bisa belajar mandiri, tidak tergantung pada orang lain. Selain itu, bisa meningkatkan kepercayaan diri. Karena kita akan semakin paham tentang diri sendiri.
Bagi saya, bermakeup termasuk kebutuhan pibadi, sehingga sangat tergantung pada kebutuhan dari masing-masing orang. Tidak ada aturan betul salah dalam bermakeup. Yang semakin saya pahami, dalam bermakeup adalah kenyamanan diri sendiri. Yang penting, sebelum memakai makeup, kita sebaiknya memahami dengan baik apa yang kita butuhkan, sehingga bermakeup mampu menjadi cara mengekspresikan diri. Apakah merk makeup menentukan hasil akhir dari riasan kita? Menurut saya bisa ya, bisa juga tidak. Karena, menurut saya kemampuan kita, selera kita, keinginan kita lah yang paling menentukan hasil akhirnya.
Bermakeup itu bebas, seinginnya kita, sebutuhnya kita. Karena bermakeup itu pilihan kita.
– d o n i n g , 2020 –


